Kiat Menggunakan Standar Web HTML5

Lagi blogwalking mencari info terbaru HTML5, eh tertarik dengan satu artikel di blog RizaMarhaban Dot Com tentang mitos pengembangan web, khususnya penggunaan hTML5, di microsoft Edge. Tahu kan Edge? Itu browser paling baru keluaran Microsoft yang sudah mengadopsi standar web HTML 5. Nah, tertarik dengan artikel yang mendalam itu, sayapun mengintip kesimpulannya yang ternyata bisa menjadi panduan dalam penerapan Web dengan standar HTML5 . Nah kira-kira ini kesimpulan tulisan yang berbobot itu.

Responsif
Gunakan Standar Web HTML5 jika aplikasi web anda ingin kompatibel pada semua browser, baik desktop browser maupun mobile browser. Design web aplikasi anda untuk bisa responsif berjalan pada semua ukuran screen (besar, lebar, kecil, tegak, dan lain-lain) dengan cara menggunakan Bootstrap.

Lakukan penerapan web HTML5 dengan benar dan baik dengan memperhatikan beberapa hal berikut :

  1. Jangan lupa ! gunakan Deklarasi Dokumen Tipe HTML5 yaitu  <!DOCTYPE html> di baris pertama dokumen html Anda.
  2. Hindari mendeteksi atau mengendus jenis browser UA String untuk mengkondisikan respon dari web server.
  3. Hindari penggunaan CSS yang tidak standar. Setiap browser memiliki vendor CSS Prefixes masing-masing dan ada yang masih atau hanya untuk percobaan (eksperimen) dan ada yang sudah diratifikasi menjadi standar HTML5 . Jadi, gunakanlah yang standar saja. Sebab yang masih percobaan terkadang dibatalkan oleh si pembuat browser tersebut. Namanya juga eksperimen.
  4. Selalu gunakan library JavaScript yang up-to-date. Contohnya, jangan membiarkan menggunakan Bootstrap, jQuery, Angular, React Libary versi lama tanpa di-update. Sebab jQuery juga mengikuti perkembangan teknologi web. Update dengan jQuery baru. Jika setelah update tidak kompatibel, berarti ada yang salah di dokumen HTML anda. Gunakan Standar Web HTML5 saja. Dijamin akan berjalan normal. Belajar menggunakan Bower dan Gulp jika ingin mudah mengupdate JavaScript Library.
  5. Berhenti/STOP menggunakan Plugins! Jangan lagi menggunakan Flash, Silverlight dan segala bentuk Plugin ActiveX. Komponen-komponen ini bukanlah merupakan standar HTML5. Plugin itu muncul karena HTML versi lama masih tidak mampu untuk menampilkan hal-hal tertentu khsuusnya multimedia dan perlu dibantu, misalnya untuk animasi. Sekarang, anda bisa membuat animasi dengan menggunakan CSS3 dan JavaScript. Bahkan untuk 3D pun mudah termsuk menggunakan vector graphics (SVG).

Nah, kira-kira itu kiatnya, jadi jangan sungkan melihat kembalu semua update aplikasi yang digunakan dan memeriksa juga bagaimana perkembangan wb hTML5 dewasa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *