13. Templat Archive

File template arsip  archive.php dan templat yang terkait melakukan tugas pengelompokkan arsip isi berdasarkan kriteria waktu , penulis, kategori, atau tag (label). Jadi , pada dasarnya sama persis  index.php.

Theme yang sedang kita buat sebagai bahan tutorial ini (makanya dinamakan wptutorial) mempunyai  satu templat multiguna yaitu templat  archive.php  yang dapat mengelompokkan informasi berdasarkan tanggal, bulan, tahun, kategori, penulis dan tag arsip. Tag ini adalah tag atau label yang diberikan saat penulis membuat tag untuk isi tulisannya. Karena itu label, atau tag, bisa dikatakan juga sebuah kata atau kalimat (jika dibuat panjang) untuk akses cepat mengambil tulisan.

wordpress-archive-template-hierarchy2

Hierarki templat archive.php

Jika diinginkan templat terpisah untuk masing-masing arsip dan dapat juga dibuat templat arsip berdasarkan kriteria yang diinginkan. Misalnya : category.php, author.php, dan tag.php. Jika WordPress tidak menemukan templat spesifik seperti diatas,  maka yang akan dijalankan adalah templat baku multiguna yaitu archive.php.

Templat  Archive

Mekanisme kerja template multiguna archive.php dapat diuraikan sbb. :

  1. Memanggil fungsi  the_post()
  2. Memeriksa jenis arsip apa yang akan ditampilan (berdasarkan tanggal, kategori, penulis, atau tag/label)
  3. Membuat judul yang wajar untuk masing-masing jenis arsip apakah kategori, tag, apakah deskripsi kategori atau tag ditampilkan atau tidak .
  4. Me-rewind sebuah posts dengan fungsi  rewind_posts(), fungsi ini tidak menerima satu parameter pun. Tugasnya adalah mengulangi loop posts dengan menggunakan query yang sama di lokasi yang berbeda. Dalam pengarsipan WordPress rewind_posts () dilakukan dalam Loop kondisional elseif di posisi is_author(), setelah selesai baru meneruskan kondisi dengan meta data lainnya.

  5. Melakukan proses loop WordPress.

 

Buka editor Anda dan buat file archive.php dan salin kode berikut :

Tidak asing lagi kan, semua kode yang pernah digunakan kembali dimanfatkan seperti fungsi wptutorial_content_nav(), content.php , content-aside.php, dan  no-results.php. 

Judul Arsip Dinamis

Judul laman arsip bisa dinamis tergantung dari mana permintaan berasal, di bagian atas templat archive.php serangkaian kondisi diperlukan untuk menampilkan judul laman arsip yang dinamis. Berikut ini kode untuk menampilkan judul dinamis (baris 19 sampai 53). Gambar dibawahnya adalah tampilan laman arsip sesuai dengan kondisinya.

 

archivr-templat-daily

Contoh arsip berdasarkan hari

archivr-templat-monthly

Contoh arsip berdasarkan bulan

archivr-templat-tag

Contoh arsip berdasarkan tag/label

archivr-templat-cat

Contoh arsip berdasarkan kategori

Judul berada dalam bungkus tag HTML  <h1> . Judul yang muncul tergantung pada jenis arsip sesuai dari mana pranala berasal, dari arsip bulanan, arsip harian, tag, kategori, arsip tahunan (contoh tidak ditampilkan)  atau author (contoh tidak ditampilkan). Kalau diperhatikan, untuk arsip kategori dan tag, deskripsi kategori dan tag juga ikut ditampilkan, jika kosong maka hanya nama kategori dan tag saja. Meskipun demikian, itu hanya pilihan saja. Jika arsip diakses bukan dari semua kemungkinan diatas, laman arsip hanya mempunyai judul bertuliskan “Arsip” saja.

Deskripsi Category Dan Tag

Pada baris setelah bagian judul (tetapi masih di dalam header), kita dapatkan baris kode kondisional (baris 55-66) untuk menampilkan deskrispi kategori atau tag dibawah namanya (lihat contoh) dibawah kelompok class div bernama “taxonomy-description”. Jika deskripsi kosong maka arsip hanya berisi judul nama kategori dan tag saja tanpa deskripsi.

 

Fitur tambahan di template arsip sebenarnya hanya pilihan, jadi kalau tak ingin ditampilkan bisa dihapus saja. Fitur templat archive.php lainnya tak beda jauh dengan templat index.php dan single.php.
 
Archive Metadata
Sebuah daftar arsip dapat ditampilkan hanya judul dan metadatanya saja, judul – metadata – excerpts, judul-metadata-ringkasan isi, dan kombinasi diantaranya. Penampilannya disesuaikan dengan selera pembuat theme dan karakter theme itu sendiri. Misalnya, theme dengan tampilan arsip masonry berupa box seperti susunan batu bata akan cocok dengan arsip yang menyertakan metadata dan excerpt.
Lebih jauh dengan fungsi Rewind_Posts()
Contoh penempatan fungsi Rewind_Posts() dalam suatu Loop :

Query

Author.php


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *