2. Mengembangkan Intuisi WordPress Theme

Intuisi biasanya berhubungan dengan desain, seni, musik, dan yang semacam itu. Tapi di zaman serba cepat ini intuisi di bidang pemrograman WordPress Theme adalah membangun kemampuan intuitif untuk memahami Theme dan hubungan antara file-file templat yang ada di theme dan bagaimana templat  tersebut cocok dengan framework WordPress. Bagaimana cara melatihnya tentu saja berhubungan erat dengan bangunan dari theme itru sendiri baik layout , desain user interface-nya, pemilihan ikon, warna, dan elemen theme lainnya.

Intuisi dalam membuat Theme bukan berarti menghapal kode-kode yang membangun templat theme. Tetapi lebih tepat disebutkan membangun pengalaman bagaimana suatu theme dibuat dan untuk apa. Jadi, meskipun theme dapat dibuat umum, bisa digunakan untuk situs apa saja, sebenarnya tiap theme punya aplikabilitas sendiri. Apalagi jika arsitektur informasi sudah diterapkan, gambar sudah dipilih, aikon sudah dipilih, warna dan elemen kecilnya sudah ditentukan dengan tujuan theme. Makanya, kita menemukan banyak variasi theme yang cenderung punya intuisi sesuai dengan tujuan theme itu dibuat. Theme travel beda dengan theme restoran, berbeda dengan theme bisnis, baik informasinya maupun layout penampilannya. Nah, intuisi theme WordPress dibangun atas dasar tujuan untuk apa theme itu dibuat, untuk siapa dan apa objektifnya.

Jadi tak perlu mengingat kode-kode theme tapi bagaimana kode digunakan dengan berbagai tujuan yang lebih spesifik.

Cara sederhana melatih sense untuk membuat apa saja sebenarnya seperti membuat sebuah pesawat terbang, mobil, atau produk lainnya. Tanpa perlu detilnya, kita tahu bagian-bagian apa yang dibutuhkan untuk bisa muncul sebuah pesawat yaitu badan, sayap, mesin, ekor, roda, dan dimana semua itu ditempatkan. Berhubung aslinya saya dulu kuliah teknik mesin dengan spesialisasi desain konfigurasi pesawat terbang, maka secara intuitif itulah bagian-bagian pesawat yang diperlukan. Kita tak perlu tahu bagaimana detil membuat badan, sayap, mesin, ekor, roda dan bagian dalam lainnya seperti interior dan kursi. Yang diperlukan akhirnya adalah intuisi untuk merancang bangun konfigurasi pesawat dengan spesifikasi khusus misalnya pesawat transport 50 penumpang, pesawat untuk aerobatik, pesawat untuk general aviation, pesawat eksekutif, pesawat tempur, dan jenis pesawat lainnya.

Membuat theme WordPress pun dapat dilatih secara intuitif tanpa harus tahu detil apa bahasa pembentuknya dulu, tapi memahami bagaimana bagian-bagian theme dikonfigurasikan. Karena itu, dalam banyak proyek pembuatan theme atau web design, terlibat banyak orang dengan banyak keahlian mulai dari programmer, desain grafis, uix spesialis, dan lain-lain. Bahkan kalau perlu ada pula ahli psikologi warna supaya theme yang dibuat benar-benar bagus hasilnya. Tapi tidak jarang juga, bahkan banyak, pembuatan theme melakukan semuanya. Dan tidak jarang juga hasilnya baik namun bisa jadi tidak berkembang lebih jauh. Kemampuan multi disiplin memang tidak harus, tapi setidaknya orang yang berkecimpung di bidang pembuatan WordPress Theme atau aplikasi secara umum tahu persis lingkungan bagaimana WordPress berjalan dan bagaimana interaksinya dengan programer, uix dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *