Bagaimana Cara Membuat Plugin WordPress Yang Sederhana

Tutorial ini memandu cara membuat plugin WordPress secara sederhana atau mendasar. Tujuannya adalah untuk memberikan gagasan dasar mengenai plugin WordPress.

Struktur Dasar

Sebuah plugin dalam framework  WordPress dapat terdiri hanya berupa file PHP tunggal didalamnya.

Untuk konsistensi, sebuah plugin WordPress pertama kali dibuat dengan membuat folder dan satu file PHP di dalamnya dengan nama yang sama. File dan folder berada dalam direktori /plugin di dalam direktori wp-content/. Catat bahwa nama folder dan nama plugin harus sama. Plugin dapat juga disebut sebagai “Fungsi Kustom” jadi nama direktori plugin dan nama filenya juga harus sama. Contoh :

  • Folder: example-plugin
  • File:example-plugin.php

Kalau kita sudah buat folder dan nama file nya, keduanya bisa ditempatkan di direktori  wp-content/plugins .

Dasar-dasar file untuk Plugin WP

Bagian paling utama dari sebuah plugin WordPress secara mendasar antara lain :

WordPress Plugin Header

Header ini diperlukan di dalam plugin file agar bisa dikenali ketika pertama kali diunggah .

Jadi bisa dilihat sebenarnya begitu mudah, pada tahap ini Anda mempunyai plugin yang dapat diaktifkan dari laman plugin. Meskipun masih berupa file kosong, tapi setidaknya kita tahu dasar-dasar bagaimana plugin WordPress bekerja. Selanjutnya, ada beberapa elemen tambahan yang diperlukan untuk melengkapi plugin Anda seperti deskripsi, versi, penulis, dll.

Silahkan kunjungi laman panduan plugin WordPress untuk lebih jelasnya di : http://codex.wordpress.org /Writing_a_Plugin #File_Headers

Setelah Header Apa Lagi?

Seperti disinggung sebelumnya, plugin sebenarnya berisi fungsi-fungsi kustom seperti halnya yang ada di file theme functions.php. Hanya saja, fungsi did alam plugin dibuat sesuai dengan tujuan plugin itu terpasang dengan memanfaatkan fitur WordPress maupun fungsi kustom yang ditambahkan untuk memperkaya fitur WordPress, ataupun untuk mengoptimalkannya.

Sebagai contoh tinjau contoh kode sederhana berikut yang biasanya digunakan untuk meredirect satu laman ke laman lainnya baik di situs  yang sama maupun berebda (beda domain).

Fungsi snippet ini memungkinkan kita menambahkan sepotong kustom post meta ke sebuah sebuah laman dengan cara “redirect” dengan URL. Bila laman dipanggil, dan mempunyai post meta yang dimaksud maka secara otomatis mengarahkannya ke URL baru. Salin fungsi ini ke laman plugin yang baru dibuat :

Jadi kalau kita lihat plugin sederhana ini tidak rumit. Dengan fungsi utamanya sebagai pengarah header, tentu saja plugin contoh ini kita namakan sesuai tugasnya misalnya  plugin  My Custom Redirect . Kalau misalkan terjadi masalah karena plugin ini, kita dapat menonaktifkan plugin tanpa mempengaruhi keseluruhan situs.

Rujukan Lanjut

Tertarik untuk mengembangkan plugin WordpRess? Berikut ini beberapa rujukan lanjut yang bis akamu pelajari lebih jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *