Lebih Jauh Dengan XAMPP

Mungkin Anda  mau tahu lebih jelas apa itu XAMPP sebagai suatu lingkungan kerja di Windows maupun Linux yang banyak digunakan oleh para pengembang web, WordPress, PHP, MySQL dan Apache server. XAMPP merupakan salah satu bundel aplikasi yang menggabungkan semuanya dalam satu paket sehingga bagi pengembang lebih praktis tak perlu meng-install satu demi satu. Tapi bagi Anda yang rasa ingin tahunya tinggi dan mau tahu banget , silahkan saja belajar instalasi aplikasi tersebut diatas satu demi satu untuk mempertajam ilmu Anda.

Di zaman Internet ini jangan malas belajar dan mencoba karena semua ilmu terlihat sudah berserakan dimana saja – tinggal pungut , pelajari dan praktekkan.

Kalau Anda sudah mengunduh XAMPP di situsnya, Anda akan mempunyai bundel aplikasi XAMPP yang siap pasang. Anda langsung klik dan ikuti petunjuk pemasangannya. Biasanya saya melakukan instalasi di direktori C: atau D: . Bisa saja Anda taruh di sub direktori misalnya di c > SERVER > . dll. Terserah Anda, namun untuk pertimbangan praktis biasanya saya tidak menaruhnya di sub direktori. jadi langsung dibawah direktori utama seperti gambar berikut :

xampp-tutorial-lanjut-1

Setelah Anda install langsung klik di folder XAMPP dan lihat isinya. Didalam folder tersebut terdapat beberapa nama yang Anda kenal. Yang ditandai kotak merah adalah aplikasi-aplikasi utama yang berjalan di bundel XAMPP sebagai lingkungan kerja windows, apache server, php, mysql, perl dan phpmyadmin.

xampp-tutorial-lanjut-2

Labih jauh, terdapat file-file utama konfigurasi XAMPP. Yang perlu diperhatikan adalah aplikasi XAMPP control yang harus Anda klik untuk menjalankan XAMPP dan  aplikasi lainnya. Saat selesai instalasi, sebenarnya ada pilihan untuk menampilan aikon XAMPP control di desktop Anda. Jadi jangan sungkan aktifkan aikon XAMPP control untuk langkah praktis selanjutnya.

xampp-tutorial-lanjut-3

Setelah aktivasi control panel, layar administrasi XAMPP akan tampil . Perhatikan, mungkin saja Windows Anda mengaktifkan server default microsoft IIS sehingga port 80 sudah digunakan oleh IIS. Untuk itu, matikan dulu server IIS yang aktif dan kemudian baru mengaktifkan server Apache. Demikian juga, mungkin saja port default yang dibutuhkan oleh database MySQL sudah digunakan oleh aplikasi lain, matikan juga aplikasi yang aktif itu. Setelah semua server yang menggunakan port default dimatikan. Baru aktifkan server Apache dan MySQL di  XAMPP control.

xampp-cp

Selain Apache dan MySQL, terdapat aplikasi tambahan di bundel XAMPP antara lain : Filezilla apliasi server FTP, Mercury aplikasi webmail, dan server Tomcat. Ketiga aplikasi ini untuk penggunaan lokal tidak harus diaktifkan.

XAMPP yang telah jalan selain mengakomodasi PHP juga bahasa scripting Perl sebagai default. Selain itu ada administrasi database MySQL yaituy PHPMyAdmin. Bisanya username dan password default untuk masuk ke database MySQL via PHPMyAdmin adalah username: root dan password:root . Anda dapat mengubah password dan username ini jika memang perlu. Untuk pengembangan di server lokal yang tidak terkoneksi dengan internet biasanya username dan password ini dibiarkan default.

xampp-cp-phpmyadmin

Layar antarmuka PhpMyAdmin setelah login  :

xampp-cp-phpmyadmin-2

Bagaimana dengan fitur XAMPP lainnya? Pembahasan kali ini saya cukupkan disini dulu. Untuk pendalaman XAMPP nanti akan disiapkan dulu kira-kira mau sejauh apa pendalamannya. Tentu saja, perlu juga nyari waktu luang sehingga lebih enjoy buat tutorialnya. Ok, salam hangat penguh semangat. Jangan pernah berhenti belajar selagi Anda muda dan penuh cipra rasa dan karsa untuk berkarya.

Wass , see you later aligator.. eh…WP fans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *