Lebih Jauh Dengan XAMPP : Konfigurasi Server

Kalau kita perhatikan layar Control Panel XAMPP terdapat beberapa tombol yang merupakan tombol untuk mengkonfigurasikan bundel XAMPP. Konfigurasi itu menyangkut item per item aplikasi server yang berjalan di XAMPP seperti server web Apache, server database MySQL, server FTP FileZilla, server e-mail Mercury dan server Tomcat.

Untuk pengembangan normal biasanya hanya diaktifkan server Apache dan server database MySQL. Scripting prosesor PHP dan Perl secara otomatis akan berjalan sebagai bagian modul server Apache. Jika modul PHP dan/atau Perl tidak diaktifkan, maka server Apache hanya akan menampilkan file HTML statis saja sebagai default dokumen web yang dapat dibaca oleh Browser. Bahasa scripting PHP dan Perl karena itu disebut sebagai bahasa scripting server side atau scriot yang berjalan di server.

xampp-cp

Mari kita bahasa fungsi masing-masing tombol di Control Panel Apache

Tombol Start dan Stop digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan server Apache maupun server -server lainnya.

Admin Server Apache

Kalau kita klik tombol Admin untuk server Apache, maka akan terbuka jendela browser default yang akan menampilkan halaman admin web XAMPP.

xampp-cp-admin-klik-tools

Kalu kita klik tombol Config untuk server Apache, akan ditambilkan submenu untuk mengkonfigurasikan server Apache.

xampp-tutorial-lanjut-4

Submenu konfigurasi server Apache antara lain file konfigurasi sbb :

  • Apache httpd config
  • Apache httpd-ssl config
  • Apache httpd-xampp config
  • Php.Ini config
  • PhpMyAdmin config

Kalau kita klik menu Apache httpd config akan muncul pop-up editor notepad sebagai defult editor untuk menampilkan file konfigurasi Apache. Untuk bisa mengelola file ini Anda harus banyak belajar mengenai rincian ilmu web server khususnya Apache. Mohon maaf untuk ilmu lanjutan belum dapat diuraikan disini, jadi pengenalannya cukup hanya tahu saja fungsi masing-masing menu di Control Panel XAMPP.

xampp-tutorial-lanjut-4-a

Setelah kelompok menu ini, dibagian bawah terdapat sub menu <browse> Apache, <browse> PHP, <browse> PHPMyAdmin. Kalau kita klik masing-maisng sub menu ini akan tampil folder direktori dimana file Apache, PHP dan PHPMyadmin berada. Klik pada <browse> Apache menampilkan folder dimana file-file Apache berada.

xampp-tutorial-lanjut-4-b

Tombol log untuk server Apache berisi sub menu untuk melihat beberapa log file yang tersimpan. Log file sangat penting pada suatu server karena ia mencatat aktivitas server setiap ada permintaan akses ke server dari luar. Dengan adanya log ini aktivitas pengunjung dapat terpantau.

xampp-tutorial-lanjut-5

Log file server Apache

xampp-tutorial-lanjut-5-a

Log File error

xampp-tutorial-lanjut-5-b

Log File PHP

xampp-tutorial-lanjut-5-c

Lokasi Folder Log Apache

xampp-tutorial-lanjut-5-d

Lokasi Folder Log PHP

xampp-tutorial-lanjut-5-e

Log file sangat penting bagi analis keamanan server. Dengan mempelajari log file admin server dapat melihat berbagai aktivitas server termasuk memantau aktivitas jahat atau serbuat hacker.

Admin MySQL

Kalau kita klik tombol Admin untuk server MySQL, maka akan terbuka jendela browser default yang akan menampilkan halaman admin web database MySql yang menggunakan aplikasi berbasis web PHPMyAdmin.

xampp-cp-phpmyadmin

Dengan memasukkan username dan password superadmin server MySQL yaitu root, akan terbuka tampilan web base PHPMyAdmin.

xampp-cp-phpmyadmin-2

Tombol lainnya hampir mirip dengan milik Apache server, jadi saya tak ingin mengulasnya lebih jauh.  Silahkan dieksplorasi sendiri.

Mengelola XAMPP

Ok, sekarang apa isi tombol-tombol di sebelah kanan yang bernama :

  1. Config
  2. Netstat
  3. Shell
  4. Explorer
  5. Services
  6. Help
  7. Quit

Kalau tadi kita bahas bagaimana mengkonfigurasikan server per server, kali ini kita bahas bagaimana mengkonfigurasikan XAMPP sebagai aplikasi bundel.

1.Config

Jendela Config menampilkan pilihan untuk pengaturan XAMPP di komputer lokal.

xampp-tutorial-lanjut-6

Pilihan yang disediakan antara lain default editor dan browser yang digunakan jika diaktifkan via Control Panel XAMPP. Misalnya editor notepad.exe dan browser default jika tidak diarahkan ke browser yang ingin kita gunakan.

Selanjutnya ada pilihan bagaimana modul Autostart . Modul ini menyediakan pilihan bagaimana Xampp akan aktif nanti apakah mau mengaktifkan langsung aplikasi server yang ada atau tidak. Pilihan autostart yang saya lakukan biasanya hanya untuk aktivasi server Apache dan MySQL saja. Pilihan server lainnya saya kosongkan untuk diaktifkan seperlunya saja. Tampilan setelah XAMPP dimatikan dan diaktifkan kembali dengan pengaturan autostar untuk server Apache dan MySQL.

xampp-tutorial-lanjut-1-b

 

 

 

 

 

 

 

Pilihan tambahan lainnya adalah minimalisasi otomatis jendela Control Panel setelah semua start, aplikasi jendela ouput Tomcat, pengecekan port default saat start, dan tampilan informasi debug. Pengecekkan port saat start penting diperhatikan, terutama seringkali di Windows port default server ada yang sudah otomatis dipakai server IIS microsoft, sehingga Apache server gagal start. Demikian juga port defaukt untuk database MySQL harus diperhatikan apakah sudah digunakan aplikasi lain atau masih kosong.

Pilihan submenu konfigurasi lainnya adalah bahasa (cuma dua pilihan Inggris atau Jerman), pengaturan services dan port, file-file yang didefinisikakan oleh admin server selain config file yang default, pilihan font untuk log file server.

Yang perlu diperhatikan adalah sub-menu pengaturan services dan port karena menyangkut pengaturan XAMPP dan server-servernya apakah diaktifkan sebagai sebuah layanan otomatis atau services dengan port default atau port yang  berbeda. Dengan mengaktifkan sebagai services maka semua server yang sudah dipilih sebagai default server misalnya Apache dan MySQL akan otomatis aktif sebagai webserver dan database server komputer kita. Tampilan berikut menunjukkan port default untuk masing-masing server. Jika diinginkan port default untuk diubah perhatikan catatan yang tertera di panel submenu karena ini akan mempengaruhi file config tiap server. Untuk apa port default diubah? Untuk server yang terkoneksi di Internet, perubahan port bisa meningkatkan keamanan karena nomor portnya sudah bukan default lagi. Sedangkan untuk komputer lokal biasanya port default diperlukan atau sudah digunakan untuk aplikasi lain misalnya server IIS dll.

Port default Apache

xampp-tutorial-lanjut-6-a

Post Default MySQL

xampp-tutorial-lanjut-6-b

Port Default FTP Filezilla

xampp-tutorial-lanjut-6-c

Port Default Email Mercury

xampp-tutorial-lanjut-6-d

Port Default Tomcat

xampp-tutorial-lanjut-6-e

2. Netstat

Netstat menampikan jendela pantau port dan socket yang aktif selama server berjalan.

xampp-tutorial-lanjut-7

3. Shell

Submenu Shell menampilkan jendela command shell bagi yang mau bekerja dengan pengaturan via command com klasik.

xampp-tutorial-lanjut-8

4. Explorer

Submenu explorer menampilkan jendela windows explorer langsung ke direktori instalasi XAMPP.

xampp-tutorial-lanjut-9

5. Services

Submenu services menampilkan semua aplikasi yang aktif di komputer lokal baik milik XAMPP maupun Windows. Bagi yang mahir bisa saja file-file yang aktif diatur kembali.

xampp-tutorial-lanjut-10

6. Help & Quit tombol untuk membuka jendela bantuan yang merupakan pranala luar dan untuk mematikan XAMPP (shutdown Xampp) dan semua aplikasi servernya.

Ok. kira-kita itulah rincian konfigurasi XAMPP dan aplikasi bawaannya. Bagi yang ingin lebih jauh mengetahui rincian teknis masing-masing server dan pengaturan konfigurasinya silahkan cara rujukan yang lebih teknis di Internet.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *